Hosting Gratis

Jumat, 28 Agustus 2009

epilog: misteri mayat yang berpindah


wadezig!!

aha, akhirnya w menemukan kecintaanku lagi pada crime scene_detective story,,love you so…
pengarangnya cewe neh( S.Mara Gd ) gak taw juja sih…
hehe^^, novel lama
antara cinta, kriminal, dan sisi lain kehidupan keluarga…



Epilog:
"Semua barangmu yang penting sudah dibawa?"
tanya Julia sementara Melani mengunci kopernya.
melani mengangguk.
"Yang lain2 nanti akan kukirimkan," kata julia.
"tidak semuanya, Tante. Hanya buku2 dan pakaian saja. Yang lainnya biarkan disini. Semuanya sudah kubungkus rapi dengan plastik sehingga tidak akan kena debu," kata melani. Matanya basah.
"kau yang pandai2 membawa diri di sana, oke?" kata julia memeluknya erat2. " ingatlah selalu bahwa nenek dan kakekmu sesungguhnya mencintaimu. Hanya saja mereka sudah tua dan berasal dari zaman yang berbeda . Mereka punya cara berpikir yang lain, punya kebiasaan yang lain, Seperti kayu yang tua, mereka sukar dibengkokkan.
"kau yang muda. Cara berpikirmu lebih maju, matamu lebih terbuka, jadi kau yang harus pintar beradaptasi dengan mereka, oke? Jika mereka memberimu nasihat, jangan tergesa-gesa menutup telinga. Dengarkan dan pertimbangkan dulu. Tak ada ruginya Buatmu untuk mendengarkan karena mereka adalah darah dagingmu sendiri, asal usulmu.
"jika kau sungguh menganggap nasihat mereka itu sudah tak sesuai lagi dengan keadaan zaman, utarakanlah apa pendapatmu. Mungkin mereka akan marah-marah dulu, tetapi mereka akan mendengar.
" Nah, jangan tergesa2 mengharapkan mereka akan selalu setuju denganmu. Mereka sudah tua, proses berpikir mereka juga lebh lamban. Kau harus sabar. Suatu hari kau juga akan tua seperti mereka, dan kau juga akan senang jika anak-cucumu menghargai pendapatmu dan usiamu."
air mata yang jatuh dipipi Melani semakin deras.
"tante, aku tak ingin berpisah dengan Tante,"katanya terisak.
"perpisahan ini hanya untuk sementara. Setiap waktu kau bisa menelpon kemari atau aku meneleponmu. Jarak kita juga tak terlalu jauh. Kau bisa pulang setiap liburan. Kita akan bertemu lagi."
kata julia berusaha sangat keras untuk tidak hanyut dalam perasaanya sendiri. " Tapi kepergianmu ke bandung merupakan keputusan yang tepat…….

"Maafkan selama ini aku sudah banyak membuat tante susah."kata Melani. "Aku begitu salah menilai tante. Aku sudah mengucapkan kata2yang begitu kejam kepada tante, tapi tante masih membelaku, menyayangiku. Aku taj tahu apa yang bisa kulakukan untuk membalas semua ini."

"Dalam cinta orang tidak mengharapkan balasan,Lani. Cukup sudah asal aku tahu kau bahagia, kau sehat, kau dalam keadaan baik-baik, kau aman. Itu saja yang kuharapkan. Aku mencintaimu, seperti anakku sendiri. Suatu hari kalau kau punya anak, kau akan tahu bagaimana perasaan itu. Seorang ibu tidak menuntut imbalan. cintanya gratis, diberikan cuma-cuma."………

(S.Mara Gd,1994.MISTERI MAYAT YANG BERPINDAH ,jakarta:Gramedia Pustaka Utama)

cerita kriminalnya baca aja dinovelnya!!!

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

sebuah penggalan cerita:
“Astaga, mengapa saya tidak berpikir kesana!”kata julia. “seandainya hal ini terpikirkan, saya akan segera tahu bukan Melani yang menikam Emil!”

“Dan selama ini aku mengira Tante yang membunuh Papa. Aku sempat merasa ngeri trhadap Tante.” kata Melani
“ini merupakan pelajaran bagi kita, lani,”lain kali kita harus lebih berterus terang satu sama lain.”

saatnya ngomong saatnya ngeteh..ngiklan.HE^^
let’s talk..

*posted on Monday, May 5th, 2008 in http://adith-physics-geek.blog.friendster.com

friendsterny udah ilang?

aditya irawan
5 mei 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar