kalimat pak tua:
“Camkan ini, anakku…. Ketika situasi memburuk, ketika semua terasa berat dan membebani, maka jangan pernah merusak diri sendiri. Orang tua ini tahu persis, boleh jadi ketika seseorang yang kita sayangi pergi, maka separuh hati kita seolah tercabik ikut pergi. Kau tanyakan pada Ibu kau, itulah yang dia rasakan saat Bapak kau dibelah dadanya, diambil jantungnya, pergi selamanya. Tetapi kau masih memilik separuh hati yang tersisa, bukan? Maka jangan ikut merusaknya pula. Itulah yang kau punya sekarang. Satu-satunya yang tersisa, paling berharga. Sekarang, ayo mandi, Borno, kau akan lebih segar setelah air dingin menyiram badan.”
